TUKANG KILO JADI TUKANG EMAS
Profesi merupakan barang wajib
yang harus dimiliki betul oleh setiap manusia, baik untuk memenuhi kebutuhan
atau hanya untuk bersenang-senang. Profesi dapat dibedakan menjadi dua, yaitu profesi
yang berkaitan dengan fisik dan berkaitan dengan otak. ada juga yang mengaitkan
keduanya. Fisik + otak = tukang kilo.
Di Indonesia, tepatnya di kota
Garut, tepatnya lagi di Hampor, hidup seorang remaja bernama Anis.
Berpenampilan sederhana dengan kaos oblong dan celana corak macan yang tak pernah
diganti, Anis remaja tiap harinya berkeliling hampor dari subuh hingga bada
asar mencari barang buangan yang dapat dikilo untuk nantinya mencukupi
kebutuhan sehari-hari. Dari pekerjaanya itu, ia dapat meraup omzet hingga 5 juta/bulan,
melebihi UMR Garut memang yang hanya Rp 1.672.947,97,- Tapida tergantung berat kiloan
barang juga. Tidak jarang, Anis hanya dibayar cap nuhun karena barang yang ia
kilo tidak ada.
Sampai suatu ketika, pada saat sedang
menjalani rutinitas mencari barang buangan, Anis remaja ga kehaja manggih
bongkahan emas didalam karung di depan rumah Pak Agus “Juragan Mas Pengkolan”,
Pak Agus memang terkenal sebagai orang yang dermawan. Sampah rumahnya aja ia
ambil dari sisa emas di tokonya. Tanpa pikir panjang, Anis langsung bawa itu
karung ke tempat kiloan. Namun naas, belum sampai setengah jalan, Anis
tertabrak mobil yang dikendarai oleh Pak Agus, bongkahan emas pun berceceran.
Mengetahui dirinya menabrak sesuatu, Pak Agus lantas turun dan, membawa Anis ke
rumahnya untuk nantinya menanyakan asal usul bongkahan emas tersebut. Sesampainya
di rumah Pak Agus, Anis tersadar dan terkejut "DIMANA AINGGGGG?"
tanya Anis kepada orang di depanya yang tak lain dan tak bukan adalah Pak Agus
yang sedang berbuka puasa "kamu sedang di rumah ku sekarang, mari berbuka
dahulu, nanti aku jelaskan…". Setelah selesai makan, Pak Agus menjelaskan
kejadian yang tadi menimpa Anis. Namun Anis tidak mengingat apa pun, ia lupa
akan semua, ia hanya mengingat namanya saja. Pak Agus yang tadinya ingin
menanyakan asal usul bongkahan emas jadi merasa bersalah dan bersedih, ia
lantas menangis tak henti-henti menghabiskan 4 bungkus tisu, 6 bungkus rokok, 2
botol oplos cai kalapa buatan Bi Tina. Bi Tina adalah pemilik warung depan
rumah Pa Agus. Melihat Pak Agus menangis, Anis pun turut bersedih sebagai wujud
tanda simpati. Semalaman mereka menangis hingga pagi tiba.
Kesedihan itu berangsur hingga 6
tahun lamanya, sampai-sampai Pak Agus menganggap Anis sebagai anaknya sendiri.
Hari ke hari, minggu ke minggu, bulan ke bulan, lambat laun kondisi Pak Agus
makin menurun. Toko Mas Pengkolannya yang dulu sukses sekarang sudah tak lagi
terurus karna Pak Agus nya sakit-sakitan. Di detik-detik terakhir, helaan sisa
nafasnya, Pak Agus memberi wejangan kepada Anis, "Anisku jangan lupa solat,
zakat, dan naik haji. Pakai semua kekayaan ku untuk kehidupan mu. Kamu akan
jadi penerus toko emas ku, jagalah sebaik mungkin, sebaik kau bisa".
Mendengar itu, Anis ga sanggup berucap, merenung dalam diam, terngiang-ngiang perkataan
yang mungkin wasiat terakhir dari seorang Pak Agus. Tak selang lama, nafas Pak Agus
mulai tak beraturan, rasa sesak dalam dada membuatnya sulit mengobrol. "paaakkk
syahadat paaakkk" ucap Anis khawatir. Belum sempat membalas ucapan Anis,
Pak Agus keburu innalillahi…
Akhir ceita, dengan ketekunan
dan kesabaran yang Anis miliki sejak remaja, ia yang dulunya hanya seorang
tukang kilo barang bekas di sekitaran Hampor, kini telah menjadi salah satu
orang terkaya di Indonesia bahkan Asia Tenggara. Anis berhasil membawa toko mas
peninggalan Pak Agus mencapai kejayaan. Anis banyak membuka cabang toko lainnya
di pelosok negri, mulai dari Sabang sampai Merauke, Timor mah engga. Walaupun
udah mencapai sukses, Anis tidak lupa akan pesan terakhir Pak Agus, Anis dewasa
mampu menjalankan wasiat dengan baik dan benar. ia lalu kembali ke Hampor untuk
menikahi Bi Tina. Tamat.
Komentar
Posting Komentar